Al-Quran & Geologi



Saya menyeru kepada diri sendiri dan para saintis sekalian, marilah kita memartabatkan Al-Quran di dalam penerokaan sains masing-masing. Amat malanglah bagi umat sekiranya mukjizat agung depan mata tidak digunakan. Bukan mudah, tapi tidak mustahil. Al-Quran bukan hanya untuk dimengajikan tapi untuk dikaji. Mengaji dan mengkaji...



Sumber: http://www.mindasuper.com


Perihal Kemarahan



Rasulullah s.a.w. pernah bersabda yang maksudnya:

Bukan ukuran kekuatan seseorang itu dengan bergulat (bergusti), tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengawal hawa nafsu ketika marah. (Hadis riwayat Imam al-Bukhari di dalam Shahih al-Bukhari, hadis no: 6114)

Allah juga akan memberi ganjaran yang besar bagi mereka yang mampu mengawal perasaan marah. Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya:

Siapa yang menahan perasaan marah sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya (melepaskan kemarahannya), maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di hadapan sekalian makhluk, kemudian disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya. (Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi di dalam Sunannya, no: 2417)

Boleh marah, tapi salurkan kemarahan itu di tempat yang benar.

Adakah Cinta Itu Akan Bertasbih Lagi?



Nota: Setelah melihat sedutan filem Ketika Cinta Bertasbih di atas, rasa macam nak tambah cawangan lagi, haha... terasa semacam keinsafan menjalar dan menggegar saraf-saraf jasad.

Sebutir Batu

Jangan ditertawa batu itu
kejadiannya menakjubkan
diendap, mengeras dan terjelma
wujud di darat, laut dan angkasa

Kekadang disepak di jalanan
tapi ingat, intan paling berharga
dasar bangunan pencakar langit
lemah ia, nescaya runtuhlah

Sebutir batu juga senjata
bagi budak yang tak upaya
mempertahan maruah dan menentang
musuh durjana, peliwat bangsa

Geologi & Psikologi

Saya berpandangan, geologi (kajibumi) dan psikologi (kaji tingkahlaku manusia) mempunyai korelasi yang sangat rapat di antara satu dengan yang lain. Kajian-kajian berkaitan dengan hubungkait kedua-dua disiplin ilmu ini kalau ada pun, pastinya terlalu sedikit. Titik pertemuan di antara geologi dan psikologi yang saya nampak adalah pada tanah. Ringkasnya, salah satu komponen bumi adalah tanah. Sementara manusia pula diciptakan daripada tanah. Menurut kajian sains pula, tubuh manusia mempunyai unsur-unsur yang sama dengan tanah. Ianya terdiri daripada beberapa unsur antaranya oksigen, karbon, hidrogen dan magnesium. Berdasarkan perkaitan yang rapat ini, saya berhipotesis bahawa ilmu-ilmu geologi boleh membantu di dalam kerja-kerja psikologi dan demikian juga sebaliknya. Saya bernafsu ghairah menantikan munculnya seorang geologis yang juga merupakan seorang psikologis. Atau seorang psikologis yang juga merupakan seorang geologis. Akan munculkah? Sama-sama kita nantikan...


TAHUKAH ANDA:
Pada umumnya lapisan luar bumi diliputi oleh tanah yang terbentuk daripada hakisan batu, tumbuhan dan haiwan yang reput. Untuk membentuk lapisan pertama tanah berukuran 2.5 sentimeter mengambil masa kira-kira 500 tahun melalui proses semula jadi. Bakteria dan kulat memecahkan bahan-bahan organik untuk menukarkannya menjadi tanah dan akar tumbuh-tumbuhan membantu memecahkan batu untuk tujuan yang sama. Binatang seperti tikus membantu membentuk tanah apabila mereka menggali lubang sekali gus mencampurkan bahan-bahan menjadi tanah. Cacing tanah pula menyuburkan tanah melalui pencernaan bahan-bahan organik dan mengitar nutrien yang ada. Secara purata, tanah terbentuk daripada 45 peratus mineral, 25 peratus air, 25 peratus udara dan lima peratus bahan organik.

Antara Volcano & Blogging


Magma atau batu cair, di bawah lapisan bumi berada dalam bentuk cecair. Akibat tindak balas suhu dan tekanan, ia sering mencari jalan keluar melalui rekahan-rekahan di lapisan bumi dan akhirnya akan meledak. Kejadian menakutkan ini dinamakan letupan volcano (gunung berapi). Selalunya dengan satu letupan yang hebat, volcano meledak memuntahkan bertan-tan debu dan abu ke atmosfera. Letupan ini membentuk awan-awan hitam yang besar di langit. Kemudian magma mula mengalir di permukaan bumi, menyapu bersih hutan dan bandar-bandar di sekitarnya.

Magma yang mengalir dari volcano ke bumi dinamakan lava. Tidak lama kemudian, lava tersebut akan menjadi sejuk di atas permukaan bumi dan menjadi keras lalu membentuk batu. Apa kaitannya dengan blogging? Mudah sahaja, cuba bayangkan jikalau magma tersebut terkurung di dalam perut bumi. Sudah pasti magma itu akan terkumpul dalam satu jumlah yang besar dan akan mengenakan tekanan dan suhu yang amat kuat kepada permukaan bumi, lantas menghasilkan satu letupan gergasi. Akhirnya, bumi kita mengalami kemusnahan yang dahsyat. Maknanya apa? maknanya, magma itu perlu dikeluarkan agar bumi memperolehi kestabilan semulajadinya.

Demikian juga blogging saudara. Blogging merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan 'magma' di dalam hati dan fikiran kita. Jika 'magma' di dalam diri kita dipendam begitu sahaja, alamat rosaklah diri kita sebagaimana musnahnya bumi tadi. Tergugatlah kestabilan diri. Saya fikir, blogging memang cara yang amat praktikal. Kita boleh luahkan dengan panjang lebar mengikut kesukaan kita. Rasanya tiada orang yang sanggup mendengar luahan kita sepanjang apa yang kita luahkan di dalam blog pada ketika ini. Betul tak?

Cuma satu, berakhlaklah semasa mengeluarkan `magma` kita di dalam blog dan biarlah ianya bermatlamatkan perjuangan. Sebagaimana lava volcano boleh menyuburkan tanah untuk pertanian, tapi jangan lupa lava itu juga boleh memusnahkan apa sahaja yang di hadapannya. Blogging juga begitu. Bagaimanapun, tempat yang paling baik untuk kita mengeluarkan 'magma' kita adalah kepada Tuhan yang Maha Esa. Luahkanlah sebanyak manapun. Dia Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Penyayang. Kita pasti dibantu olehNya.

HIKMAH KEMATIAN

HIKMAH KEMATIAN


Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)

Tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya. Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya.

Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya! Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap.

Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti. Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan
dimandikan untuk yang terakhir kalinya.

Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan. Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini.

Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda. Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buihbuih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk.

Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka. Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya.

Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi. Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi? Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka.

Mungkin saja hal tersebut segera terjadi. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian].

Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup. Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa.

Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.
Related Posts with Thumbnails

WHAT DOES GEOLOGIST DO

Geologists work to understand the history of our planet. The better they can understand Earth’s history the better they can foresee how events and processes of the past might influence the future.

WHAT IS GEOLOGY

Geology is the study of the Earth, the materials of which it is made, the structure of those materials, and the processes acting upon them. It includes the study of organisms that have inhabited our planet. An important part of geology is the study of how Earth’s materials, structures, processes and organisms have changed over time.

GEOLOGY AS A CAREER

Geologists work in a variety of settings. These include: natural resource companies, environmental consulting companies, government agencies, non-profit organizations, and universities. Many geologists do field work at least part of the time. Others spend their time in laboratories, classrooms or offices. All geologists prepare reports, do calculations and use computers.

  © Blogger templates GeoMotivator.Com by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP